Membuat Jumputan
Sebelumnya saya pernah memposting kerajinan dari bahan bekas CD dan mengayam di sekolah dasar,sekarang saya ingin mengajak anak-anak untuk membuat tie dye atau lebih dikenal dengan jumputan. dan kebetulan sekali jumputan adalah salah satu kerajinan dari sumatera selatan, palembang.
sehabis magrib tadi salah satu muridku Aliyah Reihana menelpon "maam, blognya maam ada ga ttg cara membuat jumputan ?
wah, kebetulan sekali aku belum buat artikel ttg jumputan dan kupikir ada baiknya juga mengenalkan pada anak-anak bagaimana membuat sebuah batik jumputan yang simpel dan yang pasti mereka bisa membuat sendiri dan berkreatifas dengan ide mereka.
baiklah kita mulai aja dengan apa saja yang kita perlukan dalam membuat simpel jumputan
Bahan dan alat :
- Kain putih (kami menggunakan kain mori, katun, blaco)
- Pewarna kain (wantek, atau kunyit,dll)
- karet gelang atau tali rafia
- Untuk motif bisa menggunakan : kelereng, biji-bijian, uang koin, kancing, batu
- Panci dan kompor
- Garam dan cuka (untuk menguatkan warna)
- Pensil untuk menggambar pola di kain
Cara membuat :
- Buat pola di kain menggunakan pensil
- Isi dengan kelereng (atau bahan pengisi yang lain) lalu ikat dengan karet gelang
- Untuk menghasilkan motif warna putih, gunakan plastik di atas kain, lalu sekaligus diikat dengan karet gelang
- Rendam kain yang sudah siap untuk diwarnai dengan air biasa
- Panaskan air dalam panci
- Saat air hangat, tambahkan pewarna+cuka+garam
- Saat mendidih, masukkan kain-kain tadi, aduk lalu masak hingga kurang lebih 20 menit (tergantung peruntukkannya, kalo untuk kaos dan baju bisa dimasak lebih lama lagi, kalo hanya sekedar untuk praktek anak-anak cukup 15-20 menit)
- Lalu angkat kain, masukkan ke air dingin
- Buka ikatannya
- Bilas dengan air biasa, lalu diangin-anginkan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar